<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Samsulhadi89's Blog</title>
	<atom:link href="http://samsulhadi89.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://samsulhadi89.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Feb 2009 06:04:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='samsulhadi89.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Samsulhadi89's Blog</title>
		<link>http://samsulhadi89.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://samsulhadi89.wordpress.com/osd.xml" title="Samsulhadi89&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://samsulhadi89.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hukum Merokok = Haram</title>
		<link>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/25/</link>
		<comments>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/25/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 06:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samsulhadi89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[mui]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsulhadi89.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[No Smoking&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Rokok, dulu makruh, kini haram. Sepintas, ini mungkin terasa aneh. Wong hukum kok berubah-ubah, yang dari dulu diketahui makruh sekarang dikatakan haram. Hal ini disebabkan kita masih sering mencampuradukkan antara pengertian syariah dan fiqih. Syariah adalah hukum yang diwahyukan oleh Allah SWT, sebagaimana tercantum dalam Al-Quran dan Sunnah. Apa yang telah ditetapkan 14 abad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=25&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"><strong><span style="color:#000000;"><strong>No Smoking</strong></span>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</strong><img style="float:left;" src="http://www.halalguide.info/images/stories/rokokharam.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="116" height="139" /><span style="color:#ff0000;">Rokok, dulu makruh, kini haram. Sepintas, ini mungkin terasa aneh. Wong hukum kok berubah-ubah, yang dari dulu diketahui makruh sekarang dikatakan haram.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Hal ini disebabkan kita masih sering mencampuradukkan antara pengertian syariah dan fiqih. Syariah adalah hukum yang diwahyukan oleh Allah SWT, sebagaimana tercantum dalam Al-Quran dan Sunnah. Apa yang telah ditetapkan 14 abad yang lalu berupa hukum Syariah itu, tetap berlaku hingga kini bahkan sampai akhir jaman nanti, tidak berubah.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Lain halnya dengan Fiqih. Fiqih adalah hukum Islam yang dideduksi dari syariah untuk menjawab situasi-situasi spesifik yang tidak secara langsung ditetapkan oleh hukum syariah. Penetapan hukum berdasarkan deduksi ini dapat saja berubah tergantung pada situasi dan kondisi dimana hukum itu diterapkan. Kedua istilah yang sebenarnya tidak sama ini, hingga kini masih sering dipukul rata saja dengan sebutan, Hukum Islam.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Lima Ratus Silam</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Budaya (me) rokok termasuk gelaja yang relatif baru di dunia Islam. Tak lama setelah Chirstopher Columbus dan penjelajah-penjelajah Spanyol lainnya mendapati kebiasaan bangsa Aztec ini pada 1500, rokok kemudian tersebar dengan cepatnya ke semenanjung Siberia dan daerah Mediterania. Dunia Islam, pada saat itu berada dui bawah kekhilafahan Ustmaniyah yang berpusat di Turki. Setelah diketahui adanya sebagian orang Islam yang mulai terpengaruh dan mengikuti kebiasaan merokok, maka dipandang perlu oleh penguasa Islam saat itu untuk menetapkan hukum tentang merokok.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Pendekatan yang digunakan untuk menetapkan hukum merokok, adalah dengan melihat akibat yang nampak ditimbulkan oleh kebiasaan ini. Diketahui bahwa merokok menyebabkan bau nafas yang kurang sedap. Fakta ini kemudian dianalogkan dengan gejala serupa yang dijumpai pada masa Rasulullah Saw, yaitu larangan mendatangi masjid bagi orang-orang yang habis makan bawang putih/bawang merah mentah, karena bau tak sedap yang ditimbulkannya. Hadist mengenai hal ini diriwayatkan antara lain oleh Ibnu Umar, ra, dimana Nabi bersabda, “Siapa yang makan dari tanaman ini (bawang putih) maka jangan mendekat masjid kami” (HR Bukhari-Muslim).</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Sebagaimana kita ketahu, di penghujung sholat setiap orang memberikan salam, yang bisa bertemu muka satu dengan yang lainnya. Dapat dibayangkan, betapa tidak nyamannya bila ucapan salam ke kanan-kiri itu menebarkan “wangi” bawang mentah! Berdasarkan analogi tersebut, para ulama Islam saat itu berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh (tercela).</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kini, Haram</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Demikianlah hukum merokok yang sampai saat ini kita pahami, makruh. Lima ratus tahun berselang, fakta-fakta medis menunjukkan bahwa rokok tidak sekedar menyebabkan bau nafas tak sedap, tetapi juga berakibat negatif secara lebih luas pada kesehatan manusia.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Sebenarnya pengaruh buruk dari merokok terhadap kesehatan telah diperkirakan sejak awal abad XVII (Encyclopedia Americana, Smoking and Health, p.70 1989). Namun demikian, rupanya perlu waktu hingga 350 tahun untuk mengumpulkan bukti-bukti ilmiah yang cukup untuk meyakinkan dugaan-dugaan itu.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kenaikan jumlah kematian akibat kanker paru-paru yang diamati pada awal abad XX telah menggelitik dimulainya penelitian-penelitian ilmiah tentang hubungan antara merkokok dan kesehatan. Sejalan dengan peningkatan pesat penggunaan tembakau, penelitian pun lebih dikembangkan, khususnya pada tahun-tahun 1950-an dan 1960-an.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Laporan penting tentang akibat merokok terhadap kesehatan dikeluarkan oleh <em>The Surgeon General’s Advisory Committee on Smoking and Health </em>di Amerika Serikat pada tahun 1964. Dua tahun sebelumnya <em>The Royal College of Physician of London </em>di Inggris telah pula mengeluarkan suatu laporan penelitian penting yang mengungkapkan bahwa merokok menyebabkan penyakit kanker paru-paru, bronkitis, serta berbagai penyakit lainnya.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Hingga tahun 1985 sudah lebih dari 30.000 paper tentang rokok dan kesehatan dipublikasikan. Sekarang ini tanpa ada keraguan sedikitpun disimpulkan bahwa merokok menyebabkan kanker paru-paru baik pada laki-laki maupun wanita. Diketahui juga bahwa kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada manusia. Merokok juga dihubungkan dengan kanker mulut, tenggoroka, pankreas, ginjal, dan lain-lain.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Bukti-bukti ilmiah tentang pengaruh negatif rokok terhadap kesehatan yang telah diringkaskan di atas mengharuskan kita untuk meninjau kembali status hukum makruh merokok yang selama ini kita ketahui. Beberapa fakta berikut ini sangatlah relevan untuk dijadikan bahan perenungan dan pertimbangan, sebelum sebatang rokok lagi mulai anda “nikmati” :<span id="more-25"></span></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#ff0000;">Rokok menyebabkan kanker dan kanker menyebabkan kematian, maka merokok menyebabkan kematian. Hukum tentang perbuatan semacam ini secara terang dijelaskan dalam syariat Islam, antara lain ayat Al-Quran yang terjemahannya adalah: <em>“…dan janganlah kamu membunuh jiwa…” </em>(QS 6:151)</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Tubuh kita pada dasarnya adalah amanah dari Allah yang harus dijaga. Mengkonsumsi barang-barang yang bersifat mengganggu fungsi raga dan akal (intoxicant) hukumnya haram, misalnya alkohol, ganja dan sebangsanya. Perhatikan firman Allah SWT: <em>“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, judi, berkorban untuk berhala dan mengundi nasib adalah kekejian, termasuk perbuatan setan.Jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu sukses” </em>(QS 5:90). Kemudian dijelaskan lebih lanjut dalam sebuah hadist yang dikumpulkan oleh Muslim dan Abu Dawud, dimana Nabi Saw berkata, <em>“Setiap yang mengganggu fungsi akal (intoxicant) adalah khamr dan setiap khamr adalah haram”.</em></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Merokok hampir selalu menyebabkan gangguan pada orang lain. Asap rokok yang langsung diisapnya berakibat negatif tidak saja pada dirinya sendiri, tapi juga orang lain di sekitarnya. Asap rokok yang berasal dari ujung puntung maupun yang dikeluarkan kembali dari mulut dan hidung si perokok, menjadi “jatah” orang-orang disekelilingnya. Ini yang disebut passive smoking atau sidestream smoking yang berakibat sama saja denan mainstream smoking. Berbuat sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya (mudharat) bagi diri sendiri apalagi orang lain, adalah hal yang terlarang menurut syariat. Sebagaimana sabda Nabi SAW, <em>“Laa dharar wa laa dhiraar”</em>.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Harta yang kita miliki tidaklah pantas untuk dibelanjakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaa, misalnya dengan membakarnya menjadi abu dan asap rokok. Tegakah kita melihat selembar uang berwajah kartini dibakar setiap minggunya? Perhatikan ayat-ayat Alquran sebagai berikut: <em>“…dan janganlah menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sungguh para pemboros adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar pada Tuhannya” (QS 17: 26-27)</em>. Sungguh ayat ini adalah suatu deskripsi yan sangat serius</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Kesimpulan</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Uraian singkat di atas cukuplah kiranya membuktikan bahwa kebiasaan merokok merupakan suatu perbuatan yang terlarang menurut ajaran Islam. Merokok tidak saja memberikan mudharat bagi pelakunya, tetapi juga bagi orang-orang lain di sekitarnya. Merokok tidak dapat memberikan manfaat apapun bagi pelakunya, sehingga membelanjakan harta untuk rokok termasuk dalam kategori pemborosan (tabdzir) yang sangat dicela oleh Islam.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Perlu ditegaskan di sini bahwa Islam pada dasarnya adalah suatu sistem yang membangun, bukan yang menghancurkan. Islam tidak datang untuk menghancurkan kebudayaan, moral maupun kebiasan-kebiasaan umat manusia, tetapi ia datang untuk memperbaiki kondisi umat manusia. Dengan demikian segala sesuatunya dilihat dari persepektif kesejahteraan umat manusia, apa yang merugikan dihilangkan dan apa yang bermanfaat dikonfirmasikan. Dalam Al-Quran ditegaskan bahwa Islam adalah suatu sistem yang:</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">“..menyuruh mengerjakan ma’ruf dan melarang perbuatan mungkar, dan menghalalkan segala cara yang baik dan mengharamkan segala yang buruk…” (QS. 7:157).</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Mudah-mudahan kita sekalian diberi kekuatan untuk selalu melakukan apa yang diperintahkan Allah SWT dan RasulNya, dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Wallahu a’lam</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/samsulhadi89.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/samsulhadi89.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/samsulhadi89.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/samsulhadi89.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/samsulhadi89.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/samsulhadi89.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/samsulhadi89.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/samsulhadi89.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/samsulhadi89.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/samsulhadi89.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/samsulhadi89.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/samsulhadi89.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/samsulhadi89.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/samsulhadi89.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=25&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/25/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3943422edec9d38ef3d87704a4dbc716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samsulhadi89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.halalguide.info/images/stories/rokokharam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAL &#8211; HAL YANG MEMPENGARUHI TIMBULNYA KENAKALAN REMAJA</title>
		<link>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/hal-hal-yang-mempengaruhi-timbulnya-kenakalan-remaja/</link>
		<comments>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/hal-hal-yang-mempengaruhi-timbulnya-kenakalan-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 06:16:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samsulhadi89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[nakal]]></category>
		<category><![CDATA[pergaulan]]></category>
		<category><![CDATA[prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsulhadi89.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Kenakalan remaja dapat ditimbulkan oleh beberapa hal, sebagian di antaranya adalah: PENGARUH KAWAN SEPERMAINAN Di kalangan remaja, memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas. Misalnya, anak orang yang paling kaya di kota itu, anak pejabat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=23&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="main">
<div class="snap_preview">
<p><span style="color:#ff0000;">Kenakalan remaja dapat ditimbulkan oleh beberapa hal, sebagian di antaranya adalah:<span id="more-23"></span></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>PENGARUH KAWAN SEPERMAINAN</strong><br />
Di kalangan remaja, memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas. Misalnya, anak orang yang paling kaya di kota itu, anak pejabat pemerintah setempat bahkan mungkin pusat atau pun anak orang terpandang lainnya. Di jaman sekarang, pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si remaja saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya. Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu tersebut. Padahal, kebanggaan ini adalah semu sifatnya. Malah kalau tidak dapat dikendalikan, pergaulan itu akan menimbulkan kekecewaan nantinya. Sebab kawan dari kalangan tertentu pasti juga mempunyai gaya hidup yang tertentu pula. Apabila si anak akan berusaha mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orangtua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. Apabila timbul frustrasi, maka remaja kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik, obat terlarang, dan lain sebagainya.Pengaruh kawan ini memang cukup besar. Dalam <em>Mangala Sutta</em>, Sang Buddha bersabda: <em>“Tak bergaul dengan orang tak bijaksana, bergaul dengan mereka yang bijaksana, itulah Berkah Utama”</em>. Pengaruh kawan sering diumpamakan sebagai segumpal daging busuk apabila dibungkus dengan selembar daun maka daun itupun akan berbau busuk. Sedangkan bila sebatang kayu cendana dibungkus dengan selembar kertas, kertas itu pun akan wangi baunya. Perumpamaan ini menunjukkan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang ketika remaja, khususnya. Oleh karena itu, orangtua para remaja hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai, anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya. </span><span style="color:#ff0000;">Untuk menghindari masalah yang akan timbul akibat pergaulan, selain mengarahkan untuk mempunyai teman bergaul yang sesuai, orangtua hendaknya juga memberikan kesibukan dan mempercayakan sebagian tanggung jawab rumah tangga kepada si remaja. Pemberian tanggung jawab ini hendaknya tidak dengan pemaksaan maupun mengada-ada. Berilah pengertian yang jelas dahulu, sekaligus berilah teladan pula. Sebab dengan memberikan tanggung jawab dalam rumah akan dapat mengurangi waktu anak ‘kluyuran’ tidak karuan dan sekaligus dapat melatih anak mengetahui tugas dan kewajiban serta tanggung jawab dalam rumah tangga. Mereka dilatih untuk disiplin serta mampu memecahkan masalah sehari-hari. Mereka dididik untuk mandiri. Selain itu, berilah pengarahan kepada mereka tentang batasan teman yang baik.</span></li>
</ol>
</div>
<p><span style="color:#ff0000;">Dalam <em>Digha Nikaya III, 188</em>, Sang Buddha memberikan petunjuk tentang kriteria teman baik yaitu mereka yang memberikan perlindungan apabila kita kurang hati-hati, menjaga barang-barang dan harta kita apabila kita lengah, memberikan perlindungan apabila kita berada dalam bahaya, tidak pergi meninggalkan kita apabila kita sedang dalam bahaya dan kesulitan, dan membantu sanak keluarga kita.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Sebaliknya, dalam <em>Digha Nikaya III, 182</em> diterangkan pula kriteria teman yang tidak baik. Mereka adalah teman yang akan mendorong seseorang untuk menjadi penjudi, orang yang tidak bermoral, pemabuk, penipu, dan pelanggar hukum. </span></p>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>PENDIDIKAN</strong><br />
Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak seperti yang telah diterangkan oleh Sang Buddha dalam <em>Digha Nikaya III, 188</em>. Agar anak dapat memperoleh pendidikan yang sesuai, pilihkanlah sekolah yang bermutu. Selain itu, perlu dipikirkan pula latar belakang agama pengelola sekolah. Hal ini penting untuk menjaga agar pendidikan Agama Buddha yang telah diperoleh anak di rumah tidak kacau dengan agama yang diajarkan di sekolah. Berilah pengertian yang benar tentang adanya beberapa agama di dunia. Berilah pengertian yang baik dan bebas dari kebencian tentang alasan orangtua memilih agama Buddha serta alasan seorang anak harus mengikuti agama orangtua, Agama Buddha.Ketika anak telah berusia 17 tahun atau 18 tahun yang merupakan akhir masa remaja, anak mulai akan memilih perguruan tinggi. Orangtua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. Arahkanlah agar anak memilih jurusan sesuai dengan kesenangan dan bakat anak, bukan semata-mata karena kesenangan orang tua. Masih sering terjadi dalam masyarakat, orangtua yang memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orangtua. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir dengan kekecewaan. Sebab, meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orangtuanya tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan kemudian menjadi kecewa, frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali. Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya, bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang. </span><span style="color:#ff0000;">Anak pasti juga mempunyai hobi tertentu. Seperti yang telah disinggung di atas, biarkanlah anak memilih jurusan sekolah yang sesuai dengan kesenangan ataupun bakat dan hobi si anak. Tetapi bila anak tersebut tidak ingin bersekolah yang sesuai dengan hobinya, maka berilah pengertian kepadanya bahwa tugas utamanya adalah bersekolah sesuai dengan pilihannya, sedangkan hobi adalah kegiatan sampingan yang boleh dilakukan bila tugas utama telah selesai dikerjakan. </span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>PENGGUNAAN WAKTU LUANG</strong><br />
Kegiatan di masa remaja sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah, selain itu mereka bebas, tidak ada kegiatan. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, pada si remaja akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila si remaja melakukan kegiatan yang positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu. Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para remaja untuk menarik perhatian lingkungannya. Perhatian yang diharapkan dapat berasal dari orangtuanya maupun kawan sepermainannya. Celakanya, kawan sebaya sering menganggap iseng berbahaya adalah salah satu bentuk pamer sifat jagoan yang sangat membanggakan. Misalnya, ngebut tanpa lampu dimalam hari, mencuri, merusak, minum minuman keras, obat bius, dan sebagainya.Munculnya kegiatan iseng tersebut selain atas inisiatif si remaja sendiri, sering pula karena dorongan teman sepergaulan yang kurang sesuai. Sebab dalam masyarakat, pada umunya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si remaja, akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya. Akhirnya ia terjerumus. Tersesat. </span><span style="color:#ff0000;">Oleh karena itu, orangtua hendaknya memberikan pengarahan yang berdasarkan cinta kasih bahwa sikap iseng negatif seperti itu akan merugikan dirinya sendiri, orangtua, maupun lingkungannya. Dalam memberikan pengarahan, orangtua hendaknya hanya membatasi keisengan mereka. Jangan terlalu ikut campur dengan urusan remaja. Ada kemungkinan, keisengan remaja adalah semacam ‘refreshing’ atas kejenuhannya dengan urusan tugas-tugas sekolah. Dan apabila anak senang berkelahi, orangtua dapat memberikan penyaluran dengan mengikutkannya pada satu kelompok olahraga beladiri.</span></li>
<p><span style="color:#ff0000;">Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan remaja, ada baiknya pula orangtua ikut memikirkannya pula. Orangtua hendaknya jangan hanya tersita oleh kesibukan sehari-hari. Orangtua hendaknya tidak hanya memenuhi kebutuhan materi remaja saja. Orangtua hendaknya juga memperhatikan perkembangan batinnya. Remaja, selain membutuhkan materi, sebenarnya juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Oleh karena itu, waktu luang yang dimiliki remaja dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi. Kegiatan keluarga ini hendaknya dapat diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Kegiatan keluarga dapat berupa pembacaan Paritta bersama di Cetiya dalam rumah ataupun melakukan berbagai bentuk permainan bersama, misalnya <em>scrabble</em>, monopoli, dan lain sebagainya. Kegiatan keluarga dapat pula berupa tukar pikiran dan berbicara dari hati ke hati. Misalnya, dengan makan malam bersama atau duduk santai di ruang keluarga. Pada hari Minggu seluruh anggota keluarga dapat diajak kebaktian di Vihãra setempat. Mengikuti kebaktian, selain memperbaiki pola pikir agar lebih positif sesuai dengan Buddha Dhamma juga dapat menjadi sarana rekreasi. Hal ini dapat terjadi karena di Vihãra kita dapat berjumpa dengan banyak teman dan juga dapat berdiskusi Dhamma dengan para Bhikkhu maupun pandita yang dijumpai. Selain itu, dihari libur, seluruh anggota keluarga dapat bersama-sama pergi berenang, jalan-jalan ke taman ria atau mal, dan lain sebagainya. </span></p>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>UANG SAKU</strong><br />
Orangtua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. Remaja hendaknya dididik agar dapat menghargai nilai uang. Mereka dilatih agar mempunyai sifat tidak suka memboroskan uang tetapi juga tidak terlalu kikir. Anak diajarkan hidup dengan bijaksana dalam mempergunakan uang dengan selalu menggunakan prinsip hidup ‘Jalan tengah’ seperti yang diajarkan oleh Sang Buddha.Ajarkan pula anak untuk mempunyai kebiasaan menabung sebagian dari uang sakunya. Menabung bukanlah pengembangan watak kikir, melainkan sebagai bentuk menghargai uang yang didapat dengan kerja dan semangat. </span><span style="color:#ff0000;">Pemberian uang saku kepada remaja memang tidak dapat dihindarkan. Namun, sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. Jangan berlebihan. Uang saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah. Yaitu:</span></li>
<ol>
<li><span style="color:#ff0000;">Anak menjadi boros</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Anak tidak menghargai uang, dan</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Anak malas belajar, sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun uang gampang.</span></li>
</ol>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>PERILAKU SEKSUAL</strong><br />
Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya.Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh cinta, orangtua hendaknya bersikap seimbang, seimbang antar pengawasan dengan kebebasan. Semakin muda usia anak, semakin ketat pengawasan yang diberikan tetapi anak harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka berpacaran dengan sembunyi-sembunyi. Apabila usia makin meningkat, orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Namun, tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. </span><span style="color:#ff0000;">Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak. Misalnya, ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. Ketidaksetujuan ini hendaknya diutarakan dengan bijaksana. Jangan hanya dengan kekerasan dan kekuasaan. Berilah pengertian sebaik-baiknya. Bila tidak berhasil, gunakanlah pihak ketiga untuk menengahinya. Hal yang paling penting di sini adalah adanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Orangtua hendaknya menjadi sahabat anak. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi dua arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan masalahnya kepada orangtua.</span></li>
</div>
<p><span style="color:#ff0000;">Dalam menghadapi masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini, orangtua hendaknya memberikan bimbingan pendidikan seksual secara terbuka, sabar, dan bijaksana kepada para remaja. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang kematangan seksual serta segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan seksual. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan yang sesuai dengan Buddha Dhamma. Sang Buddha telah memberikan pedoman untuk bergaul yang tentunya juga sesuai untuk pegangan hidup para remaja. Mereka hendaknya dididik selalu ingat dan melaksanakan Pancasila Buddhis. Pancasila Buddhis atau lima latihan kemoralan ini adalah latihan untuk menghindari pembunuhan, pencurian, pelanggaran kesusilaan, kebohongan, dan mabuk-mabukan. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat, remaja akan lebih mudah menentukan sikap dalam bergaul. Mereka akan mempunyai pedoman yang jelas tentang perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak boleh dikerjakan. Dengan demikian, mereka akan menghindari perbuatan yang tidak boleh dilakukan dan melaksanakan perbuatan yang harus dilakukan. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/samsulhadi89.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/samsulhadi89.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/samsulhadi89.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/samsulhadi89.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/samsulhadi89.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/samsulhadi89.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/samsulhadi89.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/samsulhadi89.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/samsulhadi89.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/samsulhadi89.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/samsulhadi89.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/samsulhadi89.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/samsulhadi89.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/samsulhadi89.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=23&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/hal-hal-yang-mempengaruhi-timbulnya-kenakalan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3943422edec9d38ef3d87704a4dbc716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samsulhadi89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru juga sama seperti pekerja professional lainnya</title>
		<link>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/19/</link>
		<comments>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/19/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 05:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samsulhadi89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsulhadi89.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Dibawah ini adalah beberapa pendekatan pembelajaran yang terkini. Mudah-mudahan anda semua sudah pernah mempraktekannya atau pernah mendengarnya. Multiple Intelligences Bloom Taxonomy Six Thinking Hats Brain Based Learning Problem Based Learning Cooperative Learning Project Based Learning Inquiry Based Learning Mind Mapping Bagi yang belum, anda tidak sendirian masih banyak rekan sejawat guru yang alih-alih mempraktekan pendekatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=19&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ffffff;">Dibawah ini adalah beberapa pendekatan pembelajaran yang terkini. Mudah-mudahan anda semua sudah pernah mempraktekannya atau pernah mendengarnya.</span></p>
<ul class="unIndentedList">
<li><span style="color:#ffffff;"> Multiple Intelligences</span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"> Bloom Taxonomy</span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"> Six Thinking Hats</span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"> Brain Based Learning</span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"> Problem Based Learning</span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"> Cooperative Learning</span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"> Project Based Learning</span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"> Inquiry Based Learning</span></li>
<li><span style="color:#ffffff;"> Mind Mapping</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#ffffff;"></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Bagi yang belum, anda tidak sendirian masih banyak rekan sejawat guru yang alih-alih mempraktekan pendekatan pembelajaran yang terkini seperti diatas. Hati mereka malah ketar-ketir memikirkan keselamatan siswa nya dikarenakan bangunan sekolah yang seadanya dan membutuhkan perbaikan.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Tapi bagi anda yang sudah mengenal pendekatan pembelajaran seperti diatas, saatnya berbagi dan memasukkan nya dalam topik pembicaraan dengan sesama guru bahkan disaat santai sekalipun. Sudah saatnya guru bersikap seperti pekerja professional lainnya yang mendiskusikan perkembangan terakhir dalam bidangnya.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/samsulhadi89.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/samsulhadi89.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/samsulhadi89.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/samsulhadi89.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/samsulhadi89.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/samsulhadi89.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/samsulhadi89.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/samsulhadi89.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/samsulhadi89.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/samsulhadi89.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/samsulhadi89.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/samsulhadi89.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/samsulhadi89.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/samsulhadi89.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=19&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3943422edec9d38ef3d87704a4dbc716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samsulhadi89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blog sebagai Media Pembelajaran alternatif</title>
		<link>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/apr-25-2008-lainnya-ayongeblog-blog-sebagai-media-pembelajaran-alternatif/</link>
		<comments>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/apr-25-2008-lainnya-ayongeblog-blog-sebagai-media-pembelajaran-alternatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 05:28:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samsulhadi89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsulhadi89.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Apakah teman-teman percaya apabila saya mengatakan bahwa blog itu bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi para siswa? Ternyata jawabannya adalah bisa! Saya, M. Ilman Akbar, bersama-sama dengan M. Arief Furqon dan Maya Retno Ayu Setyautami, semuanya mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, telah membuat sebuah karya tulis dengan judul Blog sebagai Media Pembelajaran Alternatif. Karya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=3&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;"><em>Apakah teman-teman percaya apabila saya mengatakan bahwa blog itu bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi para siswa? Ternyata jawabannya adalah bisa! Saya, M. Ilman Akbar, bersama-sama dengan M. Arief Furqon dan Maya Retno Ayu Setyautami, semuanya mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, telah membuat sebuah karya tulis dengan judul Blog sebagai Media Pembelajaran Alternatif. Karya tulis ini kami ikutsertakan dalam Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Universitas Indonesia bidang Pendidikan.  Dalam karya tulis ini, kami mengungkap fakta tentang penggunaan Internet di kalangan para siswa dan pelajar, yang sayangnya lebih banyak dimanfaatka untuk melakukan hal-hal yang kurang produktif, seperti terlalu banyak chatting, friendster-an, bermain game online, dan mengakses pornografi. Kami juga kemudian mengangkat potensi besar dari blog di Indonesia: blog yang jumlahnya berlipat 2 setiap 6 bulan, yang pemiliknya dari kalangan siswa dan remaja jumlahnya sangat signifikan. Oleh karena itu, kami memiliki ide mengapa blog tidak dimanfaatkan sebagai media belajar saja? Para remaja dan siswa ini kan sangat suka sekali ngeblog dan internetan, kenapa tidak sekalian saja blog ini dimanfaatkan oleh para guru sebagai media pembelajaran?  Kami mengusulkan 3 metode pemanfaatan blog oleh para guru untuk media pembelajaran: Metode 1, yaitu blog guru sebagai pusat pembelajaran. Guru dapat menuliskan materi belajar, tugas, maupun bahan diskusi di blognya, kemudian para muridnya bisa berdiskusi dan belajar bersama-sama di blog gurunya tersebut. Contoh dari guru yang telah menggunakan metode ini adalah Bapak Syafii Muhammad, Guru TIK SMPN 5 Balikpapan (gurusmp5.wordpress.com).  Metode 2, yaitu blog guru dan murid yang saling berinteraksi. Guru, yang harus memiliki blog, mengharuskan murid memiliki blog-nya masing-masing, sebagai sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. Metode ini bisa memacu iklim kompetisi antar siswa, karena tentu saja para siswa ingin blognya menjadi yang terbaik. Contoh dari guru yang telah menggunakan metode ini adalah kang Awan Sundiawan, Guru Bahasa Indonesia SMA Kosgoro Kuningan Jawa Barat (awan965.wordpress.com).  Terakhir, Metode 3, yaitu komunitas blogger pembelajar. Ada sebuah blog sebagai pusat pembelajaran (bisa berupa blog aggregator atau blog dengan beberapa kontributor), dengan guru-guru dan siswa dari berbagai sekolah bisa tergabung dalam komunitas blogger pembelajar tersebut. Sebuah blog yang agak mirip dengan konsep ini tapi belum dimanfaatkan sebagi media pembelajaran bagi para muridnya adalah blog pengajar.web.id.  Kami berterimakasih sekali atas inspirasi dan masukan ide dari kang Awan Sundiawan, blogger guru pertama yang saya kenal. Kami juga berterimakasih sekali dengan blog pengajar.web.id, karena di sanalah kami menemukan guru-guru yang menggunakan blog sebagai media pembelajarannya.  Walaupun akhirnya tidak menang, hanya juara 5 dari 9 peserta, tapi kami sangat senang bisa menulis karya tulis tentang blog. Inilah karya tulis kami, beserta slide presentasinya. Silakan di-download dan disebarluaskan, mudah-mudahan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sekaligus untuk terus meningkatkan kualitas blogosphere Indonesia!</em></span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/samsulhadi89.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/samsulhadi89.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/samsulhadi89.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/samsulhadi89.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/samsulhadi89.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/samsulhadi89.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/samsulhadi89.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/samsulhadi89.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/samsulhadi89.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/samsulhadi89.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/samsulhadi89.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/samsulhadi89.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/samsulhadi89.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/samsulhadi89.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=3&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/apr-25-2008-lainnya-ayongeblog-blog-sebagai-media-pembelajaran-alternatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3943422edec9d38ef3d87704a4dbc716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samsulhadi89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Blog Sempat Vakum,,,,?????</title>
		<link>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/mengapa-blog-sempat-vakum/</link>
		<comments>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/mengapa-blog-sempat-vakum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 05:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samsulhadi89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsulhadi89.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ada yang bertanya-tanya, kemana nih penunggunya? Kok sepi-sepi aja! Apa udah ga ada sesajen, makanya penghuninya kabur! :p wedew. Beginilah jika yang namanya alumni, harus mengelola sesuatu yang berhubungan dengan alumninya. Keterbatasan waktu dan tanggung jawab menjadi faktor sempitnya kesempatan untuk mengembangkan blog ini. Padahal rencananya saat di buatnya blog ini, blog ini akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=5&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="itemtext">
<div class="snap_preview">
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Mungkin ada yang bertanya-tanya, kemana nih penunggunya? Kok sepi-sepi aja! Apa udah ga ada sesajen, makanya penghuninya kabur! :p wedew.</span></span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Beginilah jika yang namanya alumni, harus mengelola sesuatu yang berhubungan dengan alumninya. Keterbatasan waktu dan tanggung jawab menjadi faktor sempitnya kesempatan untuk mengembangkan blog ini. </span></span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Padahal rencananya saat di buatnya blog ini, blog ini akan saya serahkan kepada pihak mading sekolah untuk mengelolanya. Sedangkan saya cukup jadi adminnya aja. Wah, enak donk lo? Ups. Tunggu dulu, ulah negatif thinking heula? ( bahasa gado-gado : mode on ) kalo saya mengelola semuanya, susah dunk. Khan yang tahu persis kegiatan-kegiatan dan keadaan NEBAL ya para murid yang masih jadi penghuni NEBAL. Betul tidak? (gaya aa gym : mode on) <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?w=510" alt=")" /></span></span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Bahkan pelatihan blog pun saya tunda sementara, karena bulan januari ini saya sedang di kejar-kejar setumpuk tugas dari boss.</span></span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Beberapa pengunjung yang singgah mengharapkan suatu gambaran atau cerita tentang NEBAL namun belum bisa di tuliskan. Ya, mudah-mudahan pihak mading berkenan untuk berbagi di sini. Dan saya baru tahu bahwa sekarang di NEBAL setiap tahunnya selalu menerbitkan majalah. Wah, berarti kemajuan mading sudah merambah naik cetak dan bukan di dinding lagi. <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?w=510" alt=")" /></span></span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">oke, dech kayaknya kita lihat aja nanti bagaimana nasib blog ini.</span></span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Untuk yang mampir jangan sungkan, tulis komentar donk! Engga ada ruginya kok? Justru yang datang ke sini tapi engga kasih komentar yang paling rugi. Kenapa coba? Soalnya jadi kayak hantu, datang engga kelihatan, pulang juga engga kelihatan. <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif?w=510" alt="D" /></span></span></strong></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/samsulhadi89.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/samsulhadi89.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/samsulhadi89.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/samsulhadi89.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/samsulhadi89.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/samsulhadi89.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/samsulhadi89.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/samsulhadi89.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/samsulhadi89.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/samsulhadi89.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/samsulhadi89.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/samsulhadi89.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/samsulhadi89.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/samsulhadi89.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=5&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/29/mengapa-blog-sempat-vakum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3943422edec9d38ef3d87704a4dbc716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samsulhadi89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Yang Terhebat ?</title>
		<link>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/27/siapa-yang-terhebat/</link>
		<comments>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/27/siapa-yang-terhebat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 06:17:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samsulhadi89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Pele]]></category>
		<category><![CDATA[Pemain bola]]></category>
		<category><![CDATA[Zidane]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsulhadi89.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Siapa Yang Terhebat ?<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=7&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Siapa Yang Terhebat ? Januari 25, 2009 by soccersting Pele, sang legenda hidup sepakbola asal Brazil, atas permintaan FIFA, pernah mengeluarkan daftar 125 pemain sepakbola terhebat dan terbesar sepanjang abad. Pele tidak memperingkatkan pemain-pemain tersebut tetapi mengurutkannya berdasarkan negara dan benua. Walaupun banyak mendapatkan kritikan, tetapi daftar tersebut setidaknya dapat menjadi acuan untuk melihat pemain-pemain sepakbola terbesar yang pernah ada di jagat ini. World Soccer Magazine, sebuah majalah sepakbola yang menjadi anggota ESM, juga pernah mengeluarkan daftar 100 pemain sepakbola terbesar sepanjang sejarah. Untuk daftar ini, World Soccer mengurutkannya berdasarkan ranking kemampuan pemain-pemain tersebut. 3 Besar pemain terhebat menurut daftar World Soccer adalah Pele, Maradona, dan Johan Cruyff. Menjelang Piala Dunia 1998, MasterCard, salah satu perusahaan kartu kredit di dunia, mengeluarkan World Team of the 20th Century. Daftar ini disusun berdasarkan pilihan wartawan-wartawan sepakbola dunia. Daftarnya sebagai berikut : Lev Yashin (Goalkeeper) Carlos Alberto Torres (Fullback) Franz Beckenbauer (Centerback) Bobby Moore (Centerback) Nilton Santos (Fullback) Johan Cruijff (Midfielder) Alfredo di Stefano (Midfielder) Michel Platini (Midfielder) Garrincha (Forward) Maradona (Forward) Pele (Forward) Sebagian besar daftar pemain yang dikeluarkan versi Matercard memang cocok dan sesuai dengan kemampuannya. Tetapi bagi saya, ada beberapa pemain yang sebenarnya bisa menggantikan pemain-pemain dalam daftar itu. Untuk posisi kiper, dari dulu saya selalu menjagokan Lev Yashin, The Black Spider, asal Uni Sovyet. Lev Yashin adalah pemain hebat di posisinya, bahkan namanya diabadikan sebagai penghargaan kiper terbaik tahunan (World Goalkeeper of The Year) oleh FIFA menjadi Lev Yashin Award. Sebuah penghargaan yang sangat sesuai dengan kemampuan Yashin. Untuk posisi kiper, nama lain yang patut dijagokan adalah Gordon Banks (Inggris), Dino Zoff (Italia), Rinat Desayev (Rusia), Peter Schmeichel (Denmark), Pat Jennings (Irlandia Utara), Gianluigi Buffon (Italia), dan Gilmar (Brazil). Dari sekian banyak nama tersebut, Gilmar mungkin yang paling cocok menjadi pengganti Yashin. Dia pernah membawa Brazil menjadi juara Piala Dunia 1962. Selain itu dia menjadi kiper Brazil di Piala Dunia 1966. Ada 4 nama lain yang tidak saya utak-utik dari daftar itu : Diego Maradona, Pele, Bobby Moore, dan Franz Beckenbauer. Mengapa ? Karena 4 nama itu telah menunjukkan prestasi yang luar biasa, baik bagi klub maupun bagi negaranya. Maradona, Pele, Beckenbauer, dan Moore adalah pemain yang telah membawa negaranya menjadi juara piala dunia di masanya, serta mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi setiap tim yang dibelanya. Jika ukurannya adalah membawa negara menjuarai Piala Dunia, maka Michel Platini dan Johan Cruijff sepatutnya tidak masuk dalam daftar diatas. Platini dan Cruijff tidak pernah membawa negaranya menjuarai Piala Dunia. Platini gagal di Piala Dunia 1982 dan 1986,sementara Cruijff gagal di Piala Dunia 1974 dan 1978. Siapa yang lebih pantas menggantikan keduanya ? Saya menjagokan 2 nama pemain besar yang sukses membawa negaranya juara Piala Dunia : Zinedine Zidane dan Bobby Charlton. Zidane dan Charlton adalah nama-nama yang, menurut saya, lebih layak menjadi anggota Team of The World. Tapi memperdebatkan siapa yang lebih layak menjadi anggota Team of the World sangatlah sulit. Ukurannya sangat banyak dan lebih bernuansa subyektivitas. Setiap pemain mempunyai kemampuan yang bisa membuat mereka tidak dapat diperbandingkan. Apalagi ditambah dengan faktor waktu : Apa yang dipertunjukkan di masa lalu sangat berbeda</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/samsulhadi89.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/samsulhadi89.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/samsulhadi89.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/samsulhadi89.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/samsulhadi89.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/samsulhadi89.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/samsulhadi89.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/samsulhadi89.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/samsulhadi89.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/samsulhadi89.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/samsulhadi89.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/samsulhadi89.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/samsulhadi89.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/samsulhadi89.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=samsulhadi89.wordpress.com&amp;blog=5866329&amp;post=7&amp;subd=samsulhadi89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsulhadi89.wordpress.com/2009/01/27/siapa-yang-terhebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3943422edec9d38ef3d87704a4dbc716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samsulhadi89</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
