Skip navigation

Daily Archives: January 29th, 2009

No Smoking…………….ImageRokok, dulu makruh, kini haram. Sepintas, ini mungkin terasa aneh. Wong hukum kok berubah-ubah, yang dari dulu diketahui makruh sekarang dikatakan haram.

Hal ini disebabkan kita masih sering mencampuradukkan antara pengertian syariah dan fiqih. Syariah adalah hukum yang diwahyukan oleh Allah SWT, sebagaimana tercantum dalam Al-Quran dan Sunnah. Apa yang telah ditetapkan 14 abad yang lalu berupa hukum Syariah itu, tetap berlaku hingga kini bahkan sampai akhir jaman nanti, tidak berubah.

Lain halnya dengan Fiqih. Fiqih adalah hukum Islam yang dideduksi dari syariah untuk menjawab situasi-situasi spesifik yang tidak secara langsung ditetapkan oleh hukum syariah. Penetapan hukum berdasarkan deduksi ini dapat saja berubah tergantung pada situasi dan kondisi dimana hukum itu diterapkan. Kedua istilah yang sebenarnya tidak sama ini, hingga kini masih sering dipukul rata saja dengan sebutan, Hukum Islam.

Lima Ratus Silam

Budaya (me) rokok termasuk gelaja yang relatif baru di dunia Islam. Tak lama setelah Chirstopher Columbus dan penjelajah-penjelajah Spanyol lainnya mendapati kebiasaan bangsa Aztec ini pada 1500, rokok kemudian tersebar dengan cepatnya ke semenanjung Siberia dan daerah Mediterania. Dunia Islam, pada saat itu berada dui bawah kekhilafahan Ustmaniyah yang berpusat di Turki. Setelah diketahui adanya sebagian orang Islam yang mulai terpengaruh dan mengikuti kebiasaan merokok, maka dipandang perlu oleh penguasa Islam saat itu untuk menetapkan hukum tentang merokok.

Pendekatan yang digunakan untuk menetapkan hukum merokok, adalah dengan melihat akibat yang nampak ditimbulkan oleh kebiasaan ini. Diketahui bahwa merokok menyebabkan bau nafas yang kurang sedap. Fakta ini kemudian dianalogkan dengan gejala serupa yang dijumpai pada masa Rasulullah Saw, yaitu larangan mendatangi masjid bagi orang-orang yang habis makan bawang putih/bawang merah mentah, karena bau tak sedap yang ditimbulkannya. Hadist mengenai hal ini diriwayatkan antara lain oleh Ibnu Umar, ra, dimana Nabi bersabda, “Siapa yang makan dari tanaman ini (bawang putih) maka jangan mendekat masjid kami” (HR Bukhari-Muslim).

Sebagaimana kita ketahu, di penghujung sholat setiap orang memberikan salam, yang bisa bertemu muka satu dengan yang lainnya. Dapat dibayangkan, betapa tidak nyamannya bila ucapan salam ke kanan-kiri itu menebarkan “wangi” bawang mentah! Berdasarkan analogi tersebut, para ulama Islam saat itu berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh (tercela).

Kini, Haram

Demikianlah hukum merokok yang sampai saat ini kita pahami, makruh. Lima ratus tahun berselang, fakta-fakta medis menunjukkan bahwa rokok tidak sekedar menyebabkan bau nafas tak sedap, tetapi juga berakibat negatif secara lebih luas pada kesehatan manusia.

Sebenarnya pengaruh buruk dari merokok terhadap kesehatan telah diperkirakan sejak awal abad XVII (Encyclopedia Americana, Smoking and Health, p.70 1989). Namun demikian, rupanya perlu waktu hingga 350 tahun untuk mengumpulkan bukti-bukti ilmiah yang cukup untuk meyakinkan dugaan-dugaan itu.

Kenaikan jumlah kematian akibat kanker paru-paru yang diamati pada awal abad XX telah menggelitik dimulainya penelitian-penelitian ilmiah tentang hubungan antara merkokok dan kesehatan. Sejalan dengan peningkatan pesat penggunaan tembakau, penelitian pun lebih dikembangkan, khususnya pada tahun-tahun 1950-an dan 1960-an.

Laporan penting tentang akibat merokok terhadap kesehatan dikeluarkan oleh The Surgeon General’s Advisory Committee on Smoking and Health di Amerika Serikat pada tahun 1964. Dua tahun sebelumnya The Royal College of Physician of London di Inggris telah pula mengeluarkan suatu laporan penelitian penting yang mengungkapkan bahwa merokok menyebabkan penyakit kanker paru-paru, bronkitis, serta berbagai penyakit lainnya.

Hingga tahun 1985 sudah lebih dari 30.000 paper tentang rokok dan kesehatan dipublikasikan. Sekarang ini tanpa ada keraguan sedikitpun disimpulkan bahwa merokok menyebabkan kanker paru-paru baik pada laki-laki maupun wanita. Diketahui juga bahwa kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada manusia. Merokok juga dihubungkan dengan kanker mulut, tenggoroka, pankreas, ginjal, dan lain-lain.

Bukti-bukti ilmiah tentang pengaruh negatif rokok terhadap kesehatan yang telah diringkaskan di atas mengharuskan kita untuk meninjau kembali status hukum makruh merokok yang selama ini kita ketahui. Beberapa fakta berikut ini sangatlah relevan untuk dijadikan bahan perenungan dan pertimbangan, sebelum sebatang rokok lagi mulai anda “nikmati” : Read More »

Kenakalan remaja dapat ditimbulkan oleh beberapa hal, sebagian di antaranya adalah: Read More »

Dibawah ini adalah beberapa pendekatan pembelajaran yang terkini. Mudah-mudahan anda semua sudah pernah mempraktekannya atau pernah mendengarnya.

  • Multiple Intelligences
  • Bloom Taxonomy
  • Six Thinking Hats
  • Brain Based Learning
  • Problem Based Learning
  • Cooperative Learning
  • Project Based Learning
  • Inquiry Based Learning
  • Mind Mapping

Bagi yang belum, anda tidak sendirian masih banyak rekan sejawat guru yang alih-alih mempraktekan pendekatan pembelajaran yang terkini seperti diatas. Hati mereka malah ketar-ketir memikirkan keselamatan siswa nya dikarenakan bangunan sekolah yang seadanya dan membutuhkan perbaikan.

Tapi bagi anda yang sudah mengenal pendekatan pembelajaran seperti diatas, saatnya berbagi dan memasukkan nya dalam topik pembicaraan dengan sesama guru bahkan disaat santai sekalipun. Sudah saatnya guru bersikap seperti pekerja professional lainnya yang mendiskusikan perkembangan terakhir dalam bidangnya.

Apakah teman-teman percaya apabila saya mengatakan bahwa blog itu bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi para siswa? Ternyata jawabannya adalah bisa! Saya, M. Ilman Akbar, bersama-sama dengan M. Arief Furqon dan Maya Retno Ayu Setyautami, semuanya mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, telah membuat sebuah karya tulis dengan judul Blog sebagai Media Pembelajaran Alternatif. Karya tulis ini kami ikutsertakan dalam Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Universitas Indonesia bidang Pendidikan. Dalam karya tulis ini, kami mengungkap fakta tentang penggunaan Internet di kalangan para siswa dan pelajar, yang sayangnya lebih banyak dimanfaatka untuk melakukan hal-hal yang kurang produktif, seperti terlalu banyak chatting, friendster-an, bermain game online, dan mengakses pornografi. Kami juga kemudian mengangkat potensi besar dari blog di Indonesia: blog yang jumlahnya berlipat 2 setiap 6 bulan, yang pemiliknya dari kalangan siswa dan remaja jumlahnya sangat signifikan. Oleh karena itu, kami memiliki ide mengapa blog tidak dimanfaatkan sebagai media belajar saja? Para remaja dan siswa ini kan sangat suka sekali ngeblog dan internetan, kenapa tidak sekalian saja blog ini dimanfaatkan oleh para guru sebagai media pembelajaran? Kami mengusulkan 3 metode pemanfaatan blog oleh para guru untuk media pembelajaran: Metode 1, yaitu blog guru sebagai pusat pembelajaran. Guru dapat menuliskan materi belajar, tugas, maupun bahan diskusi di blognya, kemudian para muridnya bisa berdiskusi dan belajar bersama-sama di blog gurunya tersebut. Contoh dari guru yang telah menggunakan metode ini adalah Bapak Syafii Muhammad, Guru TIK SMPN 5 Balikpapan (gurusmp5.wordpress.com). Metode 2, yaitu blog guru dan murid yang saling berinteraksi. Guru, yang harus memiliki blog, mengharuskan murid memiliki blog-nya masing-masing, sebagai sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. Metode ini bisa memacu iklim kompetisi antar siswa, karena tentu saja para siswa ingin blognya menjadi yang terbaik. Contoh dari guru yang telah menggunakan metode ini adalah kang Awan Sundiawan, Guru Bahasa Indonesia SMA Kosgoro Kuningan Jawa Barat (awan965.wordpress.com). Terakhir, Metode 3, yaitu komunitas blogger pembelajar. Ada sebuah blog sebagai pusat pembelajaran (bisa berupa blog aggregator atau blog dengan beberapa kontributor), dengan guru-guru dan siswa dari berbagai sekolah bisa tergabung dalam komunitas blogger pembelajar tersebut. Sebuah blog yang agak mirip dengan konsep ini tapi belum dimanfaatkan sebagi media pembelajaran bagi para muridnya adalah blog pengajar.web.id. Kami berterimakasih sekali atas inspirasi dan masukan ide dari kang Awan Sundiawan, blogger guru pertama yang saya kenal. Kami juga berterimakasih sekali dengan blog pengajar.web.id, karena di sanalah kami menemukan guru-guru yang menggunakan blog sebagai media pembelajarannya. Walaupun akhirnya tidak menang, hanya juara 5 dari 9 peserta, tapi kami sangat senang bisa menulis karya tulis tentang blog. Inilah karya tulis kami, beserta slide presentasinya. Silakan di-download dan disebarluaskan, mudah-mudahan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sekaligus untuk terus meningkatkan kualitas blogosphere Indonesia!

Mungkin ada yang bertanya-tanya, kemana nih penunggunya? Kok sepi-sepi aja! Apa udah ga ada sesajen, makanya penghuninya kabur! :p wedew.

Beginilah jika yang namanya alumni, harus mengelola sesuatu yang berhubungan dengan alumninya. Keterbatasan waktu dan tanggung jawab menjadi faktor sempitnya kesempatan untuk mengembangkan blog ini.

Padahal rencananya saat di buatnya blog ini, blog ini akan saya serahkan kepada pihak mading sekolah untuk mengelolanya. Sedangkan saya cukup jadi adminnya aja. Wah, enak donk lo? Ups. Tunggu dulu, ulah negatif thinking heula? ( bahasa gado-gado : mode on ) kalo saya mengelola semuanya, susah dunk. Khan yang tahu persis kegiatan-kegiatan dan keadaan NEBAL ya para murid yang masih jadi penghuni NEBAL. Betul tidak? (gaya aa gym : mode on) )

Bahkan pelatihan blog pun saya tunda sementara, karena bulan januari ini saya sedang di kejar-kejar setumpuk tugas dari boss.

Beberapa pengunjung yang singgah mengharapkan suatu gambaran atau cerita tentang NEBAL namun belum bisa di tuliskan. Ya, mudah-mudahan pihak mading berkenan untuk berbagi di sini. Dan saya baru tahu bahwa sekarang di NEBAL setiap tahunnya selalu menerbitkan majalah. Wah, berarti kemajuan mading sudah merambah naik cetak dan bukan di dinding lagi. )

oke, dech kayaknya kita lihat aja nanti bagaimana nasib blog ini.

Untuk yang mampir jangan sungkan, tulis komentar donk! Engga ada ruginya kok? Justru yang datang ke sini tapi engga kasih komentar yang paling rugi. Kenapa coba? Soalnya jadi kayak hantu, datang engga kelihatan, pulang juga engga kelihatan. D

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.